Bilangan merupakan salah satu konsep fundamental dalam matematika yang senantiasa kita temui dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam kajian matematika, terdapat berbagai jenis bilangan, salah satunya adalah penggolongan bilangan berdasarkan kemampuannya untuk dinyatakan dalam bentuk pecahan. Penggolongan ini membagi bilangan menjadi dua kategori utama: bilangan rasional dan bilangan irasional. Memahami perbedaan antara kedua jenis bilangan ini sangat penting, terutama bagi siswa kelas 10 semester 1 yang sedang mendalami konsep-konsep dasar aljabar dan analisis bilangan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang bilangan rasional dan irasional, dilengkapi dengan contoh-contoh soal yang relevan untuk membantu pemahaman.
Apa Itu Bilangan Rasional?
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan $fracpq$, di mana $p$ adalah bilangan bulat dan $q$ adalah bilangan bulat bukan nol. Dengan kata lain, setiap bilangan rasional dapat ditulis sebagai perbandingan dua bilangan bulat.
Karakteristik utama bilangan rasional meliputi:

- Dapat Dinyatakan sebagai Pecahan: Ini adalah definisi paling mendasar. Contohnya, angka 5 adalah bilangan rasional karena dapat ditulis sebagai $frac51$. Angka -3 adalah rasional karena dapat ditulis sebagai $frac-31$. Angka 0.5 adalah rasional karena dapat ditulis sebagai $frac12$.
- Bentuk Desimalnya Berakhir atau Berulang: Ketika bilangan rasional diubah menjadi bentuk desimal, hasilnya akan memiliki dua kemungkinan:
- Desimal Berakhir (Finite Decimal): Desimal yang memiliki jumlah angka di belakang koma terbatas. Contohnya, $frac14 = 0.25$, $frac38 = 0.375$, $frac12 = 0.5$.
- Desimal Berulang (Repeating Decimal): Desimal yang memiliki pola angka di belakang koma yang terus berulang tanpa henti. Pola pengulangan ini biasanya ditandai dengan garis di atas angka yang berulang atau menggunakan elipsis (…). Contohnya, $frac13 = 0.333…$ (atau $0.overline3$), $frac27 = 0.285714285714…$ (atau $0.overline285714$), $frac56 = 0.8333…$ (atau $0.8overline3$).
Contoh-contoh Bilangan Rasional:
- Bilangan bulat: …, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, … (karena dapat ditulis sebagai $fracn1$)
- Pecahan biasa: $frac12$, $frac34$, $frac-57$
- Desimal berakhir: 0.75 (sama dengan $frac34$), 1.2 (sama dengan $frac1210$ atau $frac65$), -0.125 (sama dengan $frac-18$)
- Desimal berulang: $0.666…$ (sama dengan $frac23$), $1.1666…$ (sama dengan $frac76$)
Apa Itu Bilangan Irasional?
Bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan $fracpq$, di mana $p$ adalah bilangan bulat dan $q$ adalah bilangan bulat bukan nol.
Karakteristik utama bilangan irasional meliputi:
- Tidak Dapat Dinyatakan sebagai Pecahan Sederhana: Ini adalah definisi utama yang membedakannya dari bilangan rasional.
- Bentuk Desimalnya Tidak Berakhir dan Tidak Berulang: Ketika bilangan irasional diubah menjadi bentuk desimal, hasilnya akan berupa angka tak terhingga di belakang koma tanpa adanya pola pengulangan yang jelas.
Contoh-contoh Bilangan Irasional:
- Akar kuadrat dari bilangan non-kuadrat sempurna:
- $sqrt2 approx 1.41421356…$
- $sqrt3 approx 1.73205081…$
- $sqrt5 approx 2.23606797…$
- $sqrt7 approx 2.64575131…$
- Perlu diingat bahwa $sqrt4$ adalah 2, yang merupakan bilangan bulat dan rasional. Begitu juga $sqrt9$ adalah 3, yang rasional.
- Bilangan Pi ($pi$):
- $pi approx 3.1415926535…$ Ini adalah konstanta matematika yang sangat penting dalam geometri dan banyak bidang sains lainnya.
- Bilangan Euler ($e$):
- $e approx 2.7182818284…$ Ini adalah konstanta matematika lain yang muncul secara alami dalam berbagai konteks, terutama dalam kalkulus dan pertumbuhan eksponensial.
- Akar pangkat tiga dan akar pangkat tinggi lainnya dari bilangan yang bukan pangkat sempurna:
- $sqrt2 approx 1.25992105…$
- Beberapa konstanta matematika lainnya yang didefinisikan secara kompleks.
Contoh Soal dan Pembahasannya
Berikut adalah beberapa contoh soal yang sering muncul dalam materi bilangan rasional dan irasional untuk kelas 10 semester 1, beserta pembahasannya:
Soal 1:
Manakah dari bilangan berikut yang termasuk bilangan rasional?
a) $sqrt7$
b) 0.121212…
c) $pi$
d) $sqrt16$
Pembahasan:
- a) $sqrt7$: 7 bukanlah bilangan kuadrat sempurna, sehingga $sqrt7$ adalah bilangan irasional.
- b) 0.121212…: Desimal ini memiliki pola pengulangan (12 berulang), sehingga dapat dinyatakan sebagai pecahan $frac1299$ atau $frac433$. Oleh karena itu, ini adalah bilangan rasional.
- c) $pi$: Pi adalah konstanta matematika yang diketahui sebagai bilangan irasional.
- d) $sqrt16$: 16 adalah bilangan kuadrat sempurna ($4^2$), sehingga $sqrt16 = 4$. Angka 4 adalah bilangan bulat, dan setiap bilangan bulat adalah bilangan rasional (dapat ditulis sebagai $frac41$).
Jadi, jawaban yang benar adalah d) $sqrt16$.
Soal 2:
Ubah bentuk desimal berulang $0.454545…$ menjadi bentuk pecahan $fracpq$.
Pembahasan:
Misalkan $x = 0.454545…$
Karena ada dua angka yang berulang di belakang koma (yaitu 45), kita kalikan $x$ dengan $10^2 = 100$.
$100x = 45.454545…$
Sekarang, kurangkan persamaan kedua dengan persamaan pertama:
$100x – x = 45.454545… – 0.454545…$
$99x = 45$
Untuk mencari nilai $x$, bagi kedua sisi dengan 99:
$x = frac4599$
Pecahan ini dapat disederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) mereka, yaitu 9.
$x = frac45 div 999 div 9 = frac511$
Jadi, bentuk pecahan dari $0.454545…$ adalah $frac511$.
Soal 3:
Tentukan apakah bilangan $frac117$ adalah bilangan rasional atau irasional. Jelaskan alasan Anda.
Pembahasan:
Bilangan $frac117$ adalah sebuah pecahan di mana pembilangnya (11) adalah bilangan bulat dan penyebutnya (7) adalah bilangan bulat bukan nol.
Menurut definisi bilangan rasional, setiap bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk $fracpq$ (dengan $p$ dan $q$ bilangan bulat, $q neq 0$) adalah bilangan rasional.
Karena $frac117$ sudah memenuhi kriteria tersebut, maka $frac117$ adalah bilangan rasional.
Jika kita mengubahnya ke bentuk desimal, kita akan mendapatkan desimal berulang:
$11 div 7 approx 1.571428571428…$ (dengan pola 571428 berulang). Ini juga mengkonfirmasi bahwa bilangan tersebut adalah rasional.
Jadi, $frac117$ adalah bilangan rasional karena dapat dinyatakan sebagai perbandingan dua bilangan bulat.
Soal 4:
Manakah dari pernyataan berikut yang benar?
a) Semua bilangan desimal berulang adalah bilangan irasional.
b) Semua bilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pecahan adalah bilangan irasional.
c) $sqrt25$ adalah bilangan irasional.
d) Bilangan rasional hanya mencakup bilangan bulat dan pecahan biasa.
Pembahasan:
- a) Salah. Bilangan desimal berulang adalah bilangan rasional, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Contohnya, $0.333… = frac13$.
- b) Benar. Ini adalah definisi dari bilangan irasional. Jika suatu bilangan tidak dapat ditulis dalam bentuk $fracpq$ (dengan $p, q$ bilangan bulat dan $q neq 0$), maka bilangan tersebut adalah irasional.
- c) Salah. $sqrt25 = 5$, yang merupakan bilangan bulat dan karenanya bilangan rasional.
- d) Salah. Bilangan rasional juga mencakup desimal berakhir dan desimal berulang yang tidak selalu berbentuk pecahan biasa sederhana (meskipun semua desimal berakhir dan berulang dapat dikonversi ke bentuk pecahan).
Jadi, pernyataan yang benar adalah b) Semua bilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pecahan adalah bilangan irasional.
Soal 5:
Ubahlah bentuk pecahan $frac35$ dan $frac29$ ke dalam bentuk desimal. Identifikasi apakah keduanya rasional atau irasional.
Pembahasan:
Untuk mengubah pecahan menjadi desimal, kita lakukan pembagian antara pembilang dan penyebut.
-
Untuk $frac35$:
$3 div 5 = 0.6$
Bentuk desimal dari $frac35$ adalah $0.6$. Ini adalah desimal berakhir. Karena dapat diubah menjadi desimal berakhir, $frac35$ adalah bilangan rasional. -
Untuk $frac29$:
$2 div 9 = 0.2222…$ (atau $0.overline2$)
Bentuk desimal dari $frac29$ adalah $0.2222…$. Ini adalah desimal berulang. Karena dapat diubah menjadi desimal berulang, $frac29$ adalah bilangan rasional.
Kesimpulan:
- $frac35$ dalam bentuk desimal adalah $0.6$ (rasional).
- $frac29$ dalam bentuk desimal adalah $0.2222…$ (rasional).
Soal 6:
Berikan tiga contoh bilangan irasional yang berbeda, selain dari $pi$ dan $sqrt2$. Jelaskan mengapa bilangan-bilangan tersebut irasional.
Pembahasan:
Berikut adalah tiga contoh bilangan irasional beserta penjelasannya:
-
$sqrt3$
- Mengapa irasional: Angka 3 bukanlah bilangan kuadrat sempurna (tidak ada bilangan bulat yang jika dikuadratkan menghasilkan 3). Oleh karena itu, akar kuadrat dari 3 tidak dapat dinyatakan sebagai bilangan bulat atau pecahan dari dua bilangan bulat. Dalam bentuk desimalnya, $sqrt3 approx 1.732050807568877…$ yang merupakan desimal tak berakhir dan tak berulang.
-
$e$ (Bilangan Euler)
- Mengapa irasional: Bilangan $e$ adalah konstanta matematika yang muncul secara alami dalam banyak proses matematika dan fisika. Nilainya kira-kira $2.718281828459045…$. Desimalnya tak berakhir dan tak berulang, sehingga tidak dapat ditulis dalam bentuk pecahan $fracpq$.
-
$sqrt10$
- Mengapa irasional: Angka 10 bukanlah bilangan kuadrat sempurna. Akar kuadrat dari 10 akan menghasilkan nilai desimal yang tak berakhir dan tak berulang. Nilainya kira-kira $3.162277660168379…$.
Contoh Soal Lanjutan (Tingkat Lebih Tinggi):
Soal 7:
Tunjukkan bahwa $2 + sqrt3$ adalah bilangan irasional.
Pembahasan:
Kita akan menggunakan metode kontradiksi. Asumsikan bahwa $2 + sqrt3$ adalah bilangan rasional.
Jika $2 + sqrt3$ adalah rasional, maka ia dapat ditulis dalam bentuk $fracpq$, di mana $p$ dan $q$ adalah bilangan bulat dan $q neq 0$.
Maka, $2 + sqrt3 = fracpq$.
Sekarang, kita isolasi $sqrt3$:
$sqrt3 = fracpq – 2$
Untuk mengurangkan 2 dari $fracpq$, kita samakan penyebutnya:
$sqrt3 = fracpq – frac2qq$
$sqrt3 = fracp – 2qq$
Di sini, $p$ dan $q$ adalah bilangan bulat. Maka, $p – 2q$ juga merupakan bilangan bulat.
Karena $q$ adalah bilangan bulat bukan nol, maka $fracp – 2qq$ adalah sebuah pecahan dari dua bilangan bulat, yang berarti ia adalah bilangan rasional.
Jadi, kita mendapatkan $sqrt3 = textbilangan rasional$.
Namun, kita tahu bahwa $sqrt3$ adalah bilangan irasional. Ini adalah sebuah kontradiksi.
Oleh karena asumsi awal kita salah, maka $2 + sqrt3$ haruslah bilangan irasional.
Soal 8:
Apakah operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian dua bilangan rasional selalu menghasilkan bilangan rasional? Berikan contoh untuk setiap operasi.
Pembahasan:
Ya, operasi dasar antara dua bilangan rasional selalu menghasilkan bilangan rasional.
Misalkan $a$ dan $b$ adalah dua bilangan rasional. Maka $a = fracpq$ dan $b = fracrs$, di mana $p, q, r, s$ adalah bilangan bulat dan $q, s neq 0$.
-
Penjumlahan:
$a + b = fracpq + fracrs = fracps + qrqs$
Karena $p, q, r, s$ bilangan bulat, maka $ps + qr$ dan $qs$ juga bilangan bulat. Karena $q neq 0$ dan $s neq 0$, maka $qs neq 0$.
Jadi, $a + b$ adalah bilangan rasional.- Contoh: $frac12 + frac13 = frac3+26 = frac56$ (rasional).
-
Pengurangan:
$a – b = fracpq – fracrs = fracps – qrqs$
Serupa dengan penjumlahan, $ps – qr$ dan $qs$ adalah bilangan bulat, dan $qs neq 0$.
Jadi, $a – b$ adalah bilangan rasional.- Contoh: $frac34 – frac12 = frac3-24 = frac14$ (rasional).
-
Perkalian:
$a times b = fracpq times fracrs = fracprqs$
Karena $p, q, r, s$ bilangan bulat, maka $pr$ dan $qs$ juga bilangan bulat. Karena $q neq 0$ dan $s neq 0$, maka $qs neq 0$.
Jadi, $a times b$ adalah bilangan rasional.- Contoh: $frac25 times frac37 = frac635$ (rasional).
-
Pembagian:
$a div b = fracpq div fracrs = fracpq times fracsr = fracpsqr$
Syaratnya adalah $b neq 0$, yang berarti $fracrs neq 0$, sehingga $r neq 0$.
Karena $p, q, r, s$ bilangan bulat, maka $ps$ dan $qr$ juga bilangan bulat. Karena $q neq 0$ dan $r neq 0$, maka $qr neq 0$.
Jadi, $a div b$ adalah bilangan rasional.- Contoh: $frac12 div frac34 = frac12 times frac43 = frac46 = frac23$ (rasional).
Kesimpulan Akhir
Memahami perbedaan antara bilangan rasional dan irasional adalah pondasi penting dalam studi matematika. Bilangan rasional, yang dapat dinyatakan sebagai pecahan $fracpq$ dan memiliki desimal berakhir atau berulang, merupakan bagian besar dari bilangan yang kita temui sehari-hari. Sementara itu, bilangan irasional, seperti $sqrt2$, $pi$, dan $e$, memiliki sifat desimal yang tak berakhir dan tak berulang, menambah kekayaan dan kompleksitas dunia bilangan. Dengan latihan soal yang konsisten, siswa kelas 10 semester 1 akan semakin mahir dalam mengidentifikasi dan memanipulasi kedua jenis bilangan ini, yang akan sangat membantu dalam memahami konsep-konsep matematika yang lebih lanjut.
