Termodinamika merupakan salah satu cabang fisika yang mempelajari tentang energi dan transformasinya, terutama hubungan antara panas, kerja, dan energi dalam. Konsep-konsep termodinamika sangat fundamental dan memiliki aplikasi luas dalam berbagai bidang, mulai dari mesin uap hingga proses biologis dalam tubuh manusia. Pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 11 semester 2, materi termodinamika menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami secara mendalam oleh para siswa.
Artikel ini akan membahas contoh-contoh soal termodinamika yang relevan untuk siswa kelas 11 semester 2. Pembahasan akan diawali dengan pengantar singkat mengenai konsep dasar termodinamika, dilanjutkan dengan pemaparan contoh soal yang mencakup berbagai aspek, seperti hukum-hukum termodinamika, proses termodinamika, dan aplikasinya. Setiap contoh soal akan disajikan secara rinci, mulai dari identifikasi konsep yang digunakan, langkah-langkah penyelesaian, hingga penjelasan makna fisiknya.
Outline Artikel:
-
Pengantar Termodinamika
- Definisi dan Ruang Lingkup Termodinamika
- Konsep Dasar: Energi, Panas, Kerja, dan Energi Dalam
- Hukum-hukum Termodinamika (Secara Singkat)
-
Contoh Soal Hukum Pertama Termodinamika
- Konsep: Kekekalan Energi
- Rumus: $Delta U = Q – W$
- Analisis Berbagai Proses Termodinamika (Isotermal, Isobarik, Isokhorik, Adiabatik)
-
Contoh Soal Hukum Kedua Termodinamika
- Konsep: Arah Aliran Panas, Entropi, Efisiensi Mesin Kalor
- Rumus yang Relevan
- Analisis Perbandingan Efisiensi Mesin
-
Contoh Soal Aplikasi Termodinamika
- Mesin Kalor Ideal (Siklus Carnot)
- Perubahan Wujud Zat dan Kalor
-
Tips dan Trik Mengerjakan Soal Termodinamika
1. Pengantar Termodinamika
Termodinamika berasal dari bahasa Yunani "thermos" yang berarti panas dan "dynamis" yang berarti kekuatan. Secara harfiah, termodinamika adalah studi tentang bagaimana panas dapat diubah menjadi kerja, atau sebaliknya. Lebih luas lagi, termodinamika mengkaji transfer energi dalam berbagai bentuknya, seperti panas dan kerja, serta dampaknya terhadap sifat-sifat materi.
Beberapa konsep kunci dalam termodinamika meliputi:
- Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja. Energi dapat berada dalam berbagai bentuk, seperti energi kinetik, energi potensial, energi panas, dan energi kimia.
- Panas ($Q$): Energi yang berpindah dari sistem bersuhu lebih tinggi ke sistem bersuhu lebih rendah karena perbedaan suhu. Panas adalah energi dalam proses transfer.
- Kerja ($W$): Energi yang berpindah ketika suatu gaya bekerja sejauh jarak tertentu. Dalam termodinamika, kerja sering kali terkait dengan perubahan volume gas.
- Energi Dalam ($U$): Jumlah total energi kinetik dan energi potensial dari semua partikel dalam suatu sistem. Energi dalam bersifat fungsi keadaan, artinya nilainya hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir sistem, bukan pada lintasan yang ditempuh.
Termodinamika dirangkum dalam beberapa hukum fundamental:
- Hukum Ke-Nol Termodinamika: Jika dua sistem berada dalam kesetimbangan termal dengan sistem ketiga, maka kedua sistem tersebut juga berada dalam kesetimbangan termal satu sama lain. Hukum ini mendefinisikan konsep suhu.
- Hukum Pertama Termodinamika: Merupakan pernyataan kekekalan energi. Perubahan energi dalam suatu sistem ($Delta U$) sama dengan jumlah panas yang ditambahkan ke sistem ($Q$) dikurangi kerja yang dilakukan oleh sistem ($W$). Dirumuskan sebagai: $Delta U = Q – W$.
- Hukum Kedua Termodinamika: Menyatakan arah alami proses termodinamika. Panas secara spontan mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Hukum ini juga memperkenalkan konsep entropi, yang merupakan ukuran ketidakteraturan atau keacakan dalam suatu sistem.
- Hukum Ketiga Termodinamika: Menyatakan bahwa entropi suatu sistem mendekati nilai minimum yang konstan ketika suhu mendekati nol absolut.
2. Contoh Soal Hukum Pertama Termodinamika
Hukum Pertama Termodinamika adalah prinsip fundamental yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat diubah bentuknya. Dalam konteks sistem termodinamika, hukum ini menjelaskan hubungan antara perubahan energi dalam ($Delta U$), panas yang ditransfer ke dalam sistem ($Q$), dan kerja yang dilakukan oleh sistem ($W$).
Rumus Utama:
$Delta U = Q – W$
Di mana:
- $Delta U$ adalah perubahan energi dalam (Joule). Jika $Delta U$ positif, energi dalam sistem meningkat. Jika $Delta U$ negatif, energi dalam sistem menurun.
- $Q$ adalah panas yang ditambahkan ke sistem (Joule). $Q$ positif jika panas masuk ke sistem, $Q$ negatif jika panas keluar dari sistem.
- $W$ adalah kerja yang dilakukan oleh sistem (Joule). $W$ positif jika sistem melakukan kerja (misalnya, gas memuai). $W$ negatif jika kerja dilakukan pada sistem (misalnya, gas dikompresi).
Penting untuk diperhatikan: Konvensi tanda untuk kerja bisa berbeda di beberapa buku teks. Konvensi yang digunakan di sini adalah $W$ adalah kerja yang dilakukan oleh sistem. Jika menggunakan konvensi kerja yang dilakukan pada sistem, maka rumusnya menjadi $Delta U = Q + W’$.
Mari kita telaah beberapa contoh soal:
Contoh Soal 2.1: Gas dalam Silinder
Sebuah gas ideal dalam silinder tertutup dipanaskan sehingga menerima kalor sebesar 500 Joule. Selama proses pemanasan ini, gas mengalami pemuaian dan melakukan kerja sebesar 200 Joule. Berapakah perubahan energi dalam gas tersebut?
Analisis Soal:
Soal ini secara langsung berkaitan dengan Hukum Pertama Termodinamika. Kita diberikan nilai kalor yang diterima sistem ($Q$) dan kerja yang dilakukan oleh sistem ($W$). Kita perlu mencari perubahan energi dalam ($Delta U$).
Penyelesaian:
Diketahui:
- Kalor yang diterima gas ($Q$) = +500 J (positif karena gas menerima kalor)
- Kerja yang dilakukan oleh gas ($W$) = +200 J (positif karena gas melakukan kerja)
Ditanya: Perubahan energi dalam ($Delta U$)
Menggunakan rumus Hukum Pertama Termodinamika:
$Delta U = Q – W$
$Delta U = 500 text J – 200 text J$
$Delta U = 300 text J$
Makna Fisik:
Perubahan energi dalam gas adalah positif (+300 J). Ini berarti energi dalam gas meningkat. Peningkatan energi dalam ini disebabkan oleh penambahan kalor yang lebih besar daripada kerja yang dilakukan oleh gas.
Contoh Soal 2.2: Proses Isobarik
Sebanyak $n$ mol gas ideal monoatomik mengalami proses isobarik (tekanan konstan) pada suhu awal $T_1$ dan volume awal $V_1$. Gas tersebut kemudian dipanaskan hingga volumenya menjadi $V_2 = 2V_1$. Jika gas menyerap kalor sebesar $Q$, berapakah kerja yang dilakukan oleh gas dan perubahan energi dalamnya? (Asumsikan gas ideal monoatomik memiliki kapasitas kalor molar pada tekanan konstan $C_p = frac52R$ dan kapasitas kalor molar pada volume konstan $C_v = frac32R$, di mana $R$ adalah konstanta gas ideal).
Analisis Soal:
Soal ini melibatkan proses isobarik. Dalam proses isobarik, tekanan gas dijaga konstan. Kita perlu menghitung kerja yang dilakukan oleh gas dan perubahan energi dalamnya.
Konsep yang Digunakan:
- Proses Isobarik: Tekanan konstan ($P_1 = P_2 = P$).
- Kerja dalam Proses Isobarik: $W = P Delta V = P(V_2 – V_1)$.
- Hukum I Gas Ideal: $PV = nRT$.
- Perubahan Energi Dalam Gas Ideal: $Delta U = n C_v Delta T$.
- Hubungan $C_p$, $C_v$, dan $R$: $C_p = C_v + R$.
- Hubungan Kalor pada Tekanan Konstan: $Q = n C_p Delta T$.
Penyelesaian:
-
Menghitung Kerja ($W$):
Karena prosesnya isobarik, kita bisa menggunakan $W = P Delta V$.
$W = P(V_2 – V_1)$
Diketahui $V_2 = 2V_1$, maka:
$W = P(2V_1 – V_1) = PV_1$Menggunakan Hukum I Gas Ideal ($PV = nRT$), kita dapat menyatakan $PV_1$ dalam kaitannya dengan suhu awal $T_1$:
$PV_1 = nRT_1$
Jadi, $W = nRT_1$.Jika suhu akhir $T_2$ diketahui, kita bisa menggunakan $W = P(V_2 – V_1) = nR(T_2 – T_1)$.
-
Menghitung Perubahan Energi Dalam ($Delta U$):
Perubahan energi dalam gas ideal monoatomik adalah $Delta U = n C_v Delta T$.
Kita tahu $C_v = frac32R$.
$Delta U = n left(frac32Rright) (T_2 – T_1)$Kita juga dapat menghubungkan $Delta U$ dengan kalor dan kerja melalui Hukum Pertama Termodinamika: $Delta U = Q – W$.
Jika soal memberikan nilai $Q$, kita bisa menghitung $Delta U$ setelah menghitung $W$.Mari kita gunakan informasi bahwa gas menyerap kalor $Q$ pada tekanan konstan.
$Q = n C_p Delta T$
$Q = n left(frac52Rright) (T_2 – T_1)$Dari sini, kita bisa mendapatkan $Delta T$:
$(T_2 – T_1) = fracQn frac52R$Sekarang kita substitusikan ini ke dalam rumus $Delta U$:
$Delta U = n left(frac32Rright) left(fracQn frac52Rright)$
$Delta U = frac32R cdot fracQfrac52R$
$Delta U = frac32 cdot frac25 Q$
$Delta U = frac35 Q$Atau, jika kita menghitung $W$ terlebih dahulu:
$W = P(V_2 – V_1)$. Menggunakan $PV = nRT$, maka $P Delta V = nR Delta T$.
$W = nR(T_2 – T_1)$.
Dari $Q = n C_p Delta T$, kita punya $n Delta T = fracQC_p$.
Jadi, $W = R left(fracQC_pright) = R left(fracQfrac52Rright) = frac25 Q$.Kemudian, $Delta U = Q – W = Q – frac25 Q = frac35 Q$.
Makna Fisik:
- Kerja yang dilakukan oleh gas dalam proses isobarik ini sebanding dengan perubahan volume dan tekanan.
- Perubahan energi dalam gas adalah sebagian dari kalor yang diserap, sisanya diubah menjadi kerja. Rasio $frac35$ menunjukkan bahwa hanya $frac35$ dari kalor yang masuk digunakan untuk meningkatkan energi dalam, sisanya $frac25$ digunakan untuk melakukan kerja.
Contoh Soal 2.3: Kompresi Gas Adiabatik
Sebuah gas ideal mengalami proses kompresi adiabatik. Selama proses ini, energi dalam gas meningkat sebesar 150 Joule. Berapakah kerja yang dilakukan oleh gas tersebut?
Analisis Soal:
Soal ini berkaitan dengan proses adiabatik, di mana tidak ada pertukaran kalor antara sistem dan lingkungannya ($Q=0$). Kita diberikan perubahan energi dalam dan diminta untuk mencari kerja.
Konsep yang Digunakan:
- Proses Adiabatik: Tidak ada pertukaran panas dengan lingkungan, sehingga $Q = 0$.
- Hukum Pertama Termodinamika: $Delta U = Q – W$.
Penyelesaian:
Diketahui:
- Perubahan energi dalam ($Delta U$) = +150 J (positif karena energi dalam meningkat)
- Kalor yang ditransfer ($Q$) = 0 J (karena proses adiabatik)
Ditanya: Kerja yang dilakukan oleh gas ($W$)
Menggunakan rumus Hukum Pertama Termodinamika:
$Delta U = Q – W$
$150 text J = 0 text J – W$
$150 text J = -W$
$W = -150 text J$
Makna Fisik:
Nilai kerja yang negatif ($W = -150$ J) menunjukkan bahwa kerja dilakukan pada sistem, bukan oleh sistem. Ini sesuai dengan proses kompresi, di mana lingkungan melakukan kerja pada gas untuk memperkecil volumenya. Peningkatan energi dalam gas (+150 J) disebabkan sepenuhnya oleh kerja yang dilakukan pada gas, karena tidak ada kalor yang keluar atau masuk.
3. Contoh Soal Hukum Kedua Termodinamika
Hukum Kedua Termodinamika membatasi efisiensi konversi energi panas menjadi kerja dan menjelaskan arah alami proses termodinamika. Konsep kunci di sini meliputi entropi dan efisiensi mesin kalor.
Konsep Entropi:
Entropi ($S$) adalah ukuran ketidakteraturan atau keacakan dalam suatu sistem. Hukum Kedua Termodinamika menyatakan bahwa dalam suatu proses spontan (alami), total entropi alam semesta selalu meningkat atau tetap konstan (untuk proses reversibel).
$Delta Stextalam semesta = Delta Stextsistem + Delta S_textlingkungan ge 0$
Konsep Efisiensi Mesin Kalor:
Mesin kalor adalah perangkat yang mengubah energi panas menjadi kerja mekanik. Efisiensi ($eta$) sebuah mesin kalor didefinisikan sebagai perbandingan antara kerja yang dihasilkan ($W$) dengan kalor yang diserap dari reservoir panas ($Q_H$).
$eta = fracWQ_H$
Karena $W = Q_H – Q_C$ (di mana $Q_C$ adalah kalor yang dibuang ke reservoir dingin), maka efisiensi juga dapat ditulis sebagai:
$eta = fracQ_H – Q_CQ_H = 1 – fracQ_CQ_H$
Contoh Soal 3.1: Entropi dan Perubahan Wujud
Sebanyak 1 kg es pada suhu 0°C melebur menjadi air pada suhu 0°C. Jika kalor laten lebur es adalah $3.36 times 10^5$ J/kg, hitunglah perubahan entropi selama proses peleburan tersebut. Anggap suhu lingkungan tetap 0°C.
Analisis Soal:
Soal ini meminta kita menghitung perubahan entropi saat terjadi perubahan wujud (peleburan). Proses ini terjadi pada suhu konstan.
Konsep yang Digunakan:
- Perubahan Entropi pada Suhu Konstan: $Delta S = fracQT$
Di mana $Q$ adalah kalor yang ditransfer dan $T$ adalah suhu dalam Kelvin.
Penyelesaian:
Diketahui:
- Massa es ($m$) = 1 kg
- Suhu peleburan ($T$) = 0°C = 273.15 K (menggunakan 273 K untuk penyederhanaan jika tidak ada instruksi spesifik)
- Kalor laten lebur es ($L_f$) = $3.36 times 10^5$ J/kg
Ditanya: Perubahan entropi ($Delta S$)
Langkah 1: Hitung total kalor yang dibutuhkan untuk meleburkan es.
$Q = m times L_f$
$Q = 1 text kg times 3.36 times 10^5 text J/kg$
$Q = 3.36 times 10^5 text J$
Langkah 2: Hitung perubahan entropi.
$Delta S = fracQT$
$Delta S = frac3.36 times 10^5 text J273 text K$
$Delta S approx 1230.77 text J/K$
Makna Fisik:
Perubahan entropi positif menunjukkan bahwa sistem menjadi lebih tidak teratur. Air memiliki struktur molekul yang lebih acak dibandingkan es, sehingga entropinya meningkat saat melebur.
Contoh Soal 3.2: Efisiensi Mesin Kalor
Sebuah mesin kalor beroperasi antara reservoir panas pada suhu $T_H = 600$ K dan reservoir dingin pada suhu $T_C = 300$ K. Jika mesin menyerap kalor 1000 Joule dari reservoir panas, berapakah efisiensi maksimum yang mungkin dicapai oleh mesin ini? Berapa kerja yang dihasilkan dan berapa kalor yang dibuang ke reservoir dingin?
Analisis Soal:
Soal ini berkaitan dengan efisiensi mesin kalor, khususnya efisiensi maksimum yang dapat dicapai oleh mesin Carnot.
Konsep yang Digunakan:
- Efisiensi Mesin Carnot (Maksimum): $eta_textCarnot = 1 – fracT_CT_H$
- Hubungan Efisiensi, Kerja, dan Kalor: $eta = fracWQ_H$ dan $W = Q_H – Q_C$.
Penyelesaian:
-
Menghitung Efisiensi Maksimum ($eta_textCarnot$):
Diketahui:- Suhu reservoir panas ($T_H$) = 600 K
- Suhu reservoir dingin ($T_C$) = 300 K
$eta_textCarnot = 1 – fracT_CTH$
$etatextCarnot = 1 – frac300 text K600 text K$
$etatextCarnot = 1 – 0.5$
$etatextCarnot = 0.5$ atau 50% -
Menghitung Kerja yang Dihasilkan ($W$):
Diketahui:- Kalor yang diserap dari reservoir panas ($Q_H$) = 1000 J
- Efisiensi maksimum ($eta_textCarnot$) = 0.5
Menggunakan rumus efisiensi:
$eta = fracWQ_H$
$0.5 = fracW1000 text J$
$W = 0.5 times 1000 text J$
$W = 500 text J$ -
Menghitung Kalor yang Dibuang ke Reservoir Dingin ($Q_C$):
Kita bisa menggunakan hubungan $W = Q_H – Q_C$.
$500 text J = 1000 text J – Q_C$
$Q_C = 1000 text J – 500 text J$
$Q_C = 500 text J$Atau, kita bisa menggunakan hubungan efisiensi berdasarkan kalor:
$eta = 1 – fracQ_CQ_H$
$0.5 = 1 – fracQ_C1000 text J$
$fracQ_C1000 text J = 1 – 0.5$
$fracQ_C1000 text J = 0.5$
$Q_C = 0.5 times 1000 text J$
$Q_C = 500 text J$
Makna Fisik:
Mesin kalor ini memiliki efisiensi maksimum 50%. Ini berarti dari setiap 1000 Joule energi panas yang diserap, hanya 500 Joule yang dapat diubah menjadi kerja, dan sisanya 500 Joule harus dibuang ke reservoir dingin. Hukum Kedua Termodinamika menunjukkan bahwa tidak ada mesin kalor yang dapat beroperasi dengan efisiensi 100% karena selalu ada kalor yang harus dibuang.
4. Contoh Soal Aplikasi Termodinamika
Aplikasi termodinamika sangat luas, mulai dari mesin hingga proses alami.
Contoh Soal 4.1: Siklus Carnot Sederhana
Sebuah mesin Carnot beroperasi antara reservoir panas 500 K dan reservoir dingin 300 K. Jika mesin melakukan kerja sebesar 800 J dalam satu siklus, berapa kalor yang diserap dari reservoir panas?
Analisis Soal:
Soal ini kembali menggunakan konsep efisiensi mesin Carnot, namun kali ini kita perlu mencari kalor yang diserap ($Q_H$) berdasarkan kerja yang dihasilkan dan suhu reservoir.
Konsep yang Digunakan:
- Efisiensi Mesin Carnot: $eta_textCarnot = 1 – fracT_CT_H$
- Hubungan Efisiensi dan Kerja: $eta = fracWQ_H$
Penyelesaian:
-
Hitung Efisiensi Carnot:
$T_H = 500$ K
$TC = 300$ K
$etatextCarnot = 1 – frac300 text K500 text K = 1 – 0.6 = 0.4$ -
Hitung Kalor yang Diserap ($Q_H$):
$W = 800$ J
$eta = 0.4$
$eta = fracWQ_H$
$0.4 = frac800 text JQ_H$
$Q_H = frac800 text J0.4 = 2000 text J$
Makna Fisik:
Untuk menghasilkan kerja 800 J dengan efisiensi 40% pada rentang suhu tersebut, mesin harus menyerap 2000 J energi panas dari reservoir panas.
Contoh Soal 4.2: Kalor untuk Pemanasan Air
Berapa banyak kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 2 kg air dari 20°C menjadi 100°C? Jika air tersebut kemudian diuapkan seluruhnya pada 100°C, berapa banyak kalor tambahan yang dibutuhkan? (Kalor jenis air $c = 4200$ J/kg°C, kalor laten penguapan air $L_v = 2.26 times 10^6$ J/kg).
Analisis Soal:
Soal ini menggabungkan dua konsep penting dalam termodinamika: kalor untuk perubahan suhu (pemanasan) dan kalor untuk perubahan wujud (penguapan).
Konsep yang Digunakan:
- Kalor untuk Perubahan Suhu: $Q = mcDelta T$
- Kalor untuk Perubahan Wujud: $Q = mL$
Penyelesaian:
-
Kalor untuk Menaikkan Suhu Air:
Diketahui:- Massa air ($m$) = 2 kg
- Suhu awal ($T_1$) = 20°C
- Suhu akhir ($T_2$) = 100°C
- Kalor jenis air ($c$) = 4200 J/kg°C
$Delta T = T_2 – T_1 = 100°C – 20°C = 80°C$
$Q_1 = mcDelta T$
$Q_1 = (2 text kg) times (4200 text J/kg°C) times (80°C)$
$Q_1 = 672000 text J$ atau $6.72 times 10^5$ J -
Kalor untuk Menguapkan Air:
Diketahui:- Massa air ($m$) = 2 kg
- Kalor laten penguapan air ($L_v$) = $2.26 times 10^6$ J/kg
$Q_2 = mL_v$
$Q_2 = (2 text kg) times (2.26 times 10^6 text J/kg)$
$Q_2 = 4.52 times 10^6$ J -
Total Kalor yang Dibutuhkan:
Total kalor = $Q_1 + Q_2$
Total kalor = $6.72 times 10^5$ J + $4.52 times 10^6$ J
Total kalor = $0.672 times 10^6$ J + $4.52 times 10^6$ J
Total kalor = $5.192 times 10^6$ J
Makna Fisik:
Untuk mengubah air pada 20°C menjadi uap pada 100°C, dibutuhkan sejumlah besar energi. Mayoritas energi dibutuhkan untuk proses penguapan, yang merupakan perubahan wujud, karena energi ini digunakan untuk memutus ikatan antarmolekul air, bukan untuk meningkatkan energi kinetik molekul (yang terkait dengan suhu).
5. Tips dan Trik Mengerjakan Soal Termodinamika
- Pahami Konsep Dasar: Pastikan Anda benar-benar memahami definisi panas, kerja, energi dalam, dan perbedaan antara keduanya.
- Perhatikan Konvensi Tanda: Terutama untuk kerja ($W$). Konsistenlah dengan konvensi yang Anda gunakan. Jika ragu, tuliskan konvensi Anda di awal penyelesaian.
- Identifikasi Proses Termodinamika: Apakah prosesnya isotermal, isobarik, isokhorik, atau adiabatik? Setiap proses memiliki karakteristik dan rumus khusus.
- Gunakan Hukum Pertama Termodinamika sebagai Fondasi: $Delta U = Q – W$ adalah alat yang sangat ampuh untuk menghubungkan berbagai besaran.
- Gambar Diagram P-V (jika memungkinkan): Untuk proses yang melibatkan perubahan volume dan tekanan, diagram P-V dapat membantu memvisualisasikan kerja yang dilakukan. Luas di bawah kurva pada diagram P-V mewakili kerja.
- Perhatikan Satuan: Pastikan semua satuan konsisten (misalnya, Joule untuk energi, Kelvin untuk suhu dalam perhitungan efisiensi).
- Baca Soal dengan Teliti: Identifikasi semua informasi yang diberikan dan apa yang ditanyakan. Jangan terburu-buru.
- Hafalkan Rumus Penting: Rumus-rumus dasar seperti hukum pertama termodinamika, rumus kerja pada berbagai proses, dan rumus efisiensi mesin kalor sangat penting.
- Latihan Soal Beragam: Semakin banyak Anda berlatih, semakin terbiasa Anda dengan berbagai tipe soal dan semakin mudah Anda mengidentifikasi pendekatan yang tepat.
- Pahami Makna Fisik Hasil: Setelah mendapatkan jawaban, coba interpretasikan hasilnya secara fisik. Apakah masuk akal? Misalnya, efisiensi tidak mungkin lebih dari 100%.
Termodinamika adalah subjek yang menarik dan penting. Dengan memahami konsep-konsep dasarnya dan berlatih soal-soal seperti yang telah dibahas, siswa kelas 11 semester 2 diharapkan dapat menguasai materi ini dengan baik dan melihat bagaimana prinsip-prinsip fisika ini bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
